🔥 Bengkel Las Recommended

Solusi Pagar & Tangga
Kokoh & Estetik untuk Rumah Anda

Material GALVANIS ANTI KARAT · Desain Minimalis Modern · Harga Bersaing — Kualitas terjamin, pengerjaan rapi, dan tahan lama untuk hunian impian Anda.

🎥 Kualitas Pengerjaan Yang Utama

Tonton proses produksi dan hasil akhir produk kami

✨ Mengapa Recommended?

Keunggulan yang membuat produk layak menjadi pilihan utama Anda

🛡️

Material Galvanis Anti Karat

Menggunakan baja galvanis berkualitas tinggi yang tahan terhadap korosi dan cuaca ekstrem.

🎨

Desain Minimalis Modern

Tampilan elegan, clean, dan cocok untuk berbagai gaya arsitektur rumah masa kini.

🔧

Pengerjaan Profesional

Dikerjakan oleh tim berpengalaman dengan hasil rapi, presisi, dan sesuai standar.

💰

Harga Kompetitif & Transparan

Harga bersaing dengan kualitas terbaik. Tidak ada biaya tersembunyi, semua jelas.

Jenis-Jenis Pengelasan

Pengertian dan Macam-Macam Proses Pengelasan (Panduan Lengkap)

Pengertian dan Macam-Macam Proses Pengelasan (Panduan Lengkap)

Proses pengelasan di bengkel las untuk penyambungan material logam
Ilustrasi proses pengelasan pada logam.

Apa Itu Pengelasan?

Yang dimaksud dengan las adalah proses penyambungan dua material secara permanen dengan cara mencairkan kedua material yang akan disambung dan diikuti oleh material pengisi. Berikut adalah macam-macam proses dan jenis pengelasan yang umum digunakan di industri.

1. Berdasarkan Panas Listrik

SMAW (Shield Metal Arc Welding)

Merupakan las busur nyala api listrik terlindung yang mempergunakan busur nyala listrik sebagai sumber panas pencair logam. Jenis ini paling banyak dipakai di mana-mana untuk hampir semua keperluan pekerjaan pengelasan. Tegangan yang dipakai hanya 23 sampai 45 Volt AC atau DC, sedangkan untuk pencairan pengelasan dibutuhkan arus hingga 500 Ampere. Namun secara umum yang dipakai berkisar 80 – 200 Ampere.

SAW (Submerged Arc Welding)

Adalah las busur terbenam atau pengelasan dengan busur nyala api listrik. Untuk mencegah oksidasi cairan metal induk dan material tambahan, dipergunakan butiran-butiran fluks/slag sehingga busur nyala terpendam di dalam butiran-butiran fluks tersebut.

ESW (Electro Slag Welding)

Adalah pengelasan busur terhenti, sejenis dengan SAW namun bedanya pada jenis ESW busurnya menyala mencairkan fluks, busur terhenti dan proses pencairan fluks berjalan terus dan menjadi bahan pengantar arus listrik (konduktif). Sehingga elektroda terhubungkan dengan benda yang dilas melalui konduktor tersebut. Panas yang dihasilkan dari tahanan terhadap arus listrik melalui cairan fluks/slag cukup tinggi untuk mencairkan bahan tambahan las dan bahan induk. Temperaturnya dapat mencapai 3500° F atau setara dengan 1925° C.

SW (Stud Welding)

Adalah las baut pondasi, gunanya untuk menyambung bagian satu konstruksi baja dengan bagian yang terdapat di dalam beton (baut angker) atau Shear Connector.

ERW (Electric Resistant Welding)

Adalah las tahanan listrik. Dengan tahanan yang besar, panas yang dihasilkan oleh aliran listrik menjadi semakin tinggi sehingga mencairkan logam yang akan dilas. Contohnya pada pembuatan pipa ERW, pengelasan plat dinding pesawat, atau pada pagar kawat.

EBW (Electron Beam Welding)

Adalah las dengan proses pemboman elektron. Suatu pengelasan yang pencairannya disebabkan oleh panas yang dihasilkan dari suatu berkas loncatan elektron yang dimampatkan dan diarahkan pada benda yang akan dilas. Pengelasan ini dilaksanakan di dalam ruang hampa, sehingga menghapus kemungkinan terjadinya oksidasi atau kontaminasi.

2. Berdasarkan Panas Listrik dan Gas

GMAW (Gas Metal Arc Welding)

Terdiri dari MIG (Metal Inert Gas) dan MAG (Metal Active Gas). Ini adalah pengelasan dengan gas nyala yang dihasilkan dari busur nyala listrik, dipakai sebagai pencair metal induk dan metal penambah. Sebagai pelindung oksidasi, dipakai gas kekal (inert) atau CO2. MIG digunakan untuk mengelas besi/baja dengan gas pelindung CO2, sedangkan untuk logam non-besi menggunakan Helium (He) atau Argon (Ar).

GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) / TIG

Atau Tungsten Inert Gas adalah pengelasan memakai busur nyala dengan tungsten/elektroda yang terbuat dari wolfram, sedangkan bahan penambahnya menggunakan bahan yang sama atau sejenis dengan material induknya. Untuk mencegah oksidasi, dipakai gas kekal (inert) 99% Argon (Ar) murni.

FCAW (Flux Cored Arc Welding)

Pada hakikatnya hampir sama dengan proses pengelasan GMAW. Gas pelindungnya juga menggunakan Karbon Dioksida (CO2). Biasanya, pada mesin las FCAW ditambah robot yang bertugas untuk menjalankan pengelasan (biasa disebut dengan super anemo).

PAW (Plasma Arc Welding)

Adalah las listrik dengan plasma yang sejenis dengan GTAW. Perbedaannya, proses ini menggunakan bahan campuran antara Argon (Ar), Nitrogen (N), dan Hidrogen (H) yang lazim disebut plasma sebagai gas pelindung. Plasma adalah gas yang *luminous* dengan derajat pengantar arus dan kapasitas termis/panas yang tinggi, mampu mencapai temperatur di atas 5000° C.

3. Berdasarkan Panas Yang Dihasilkan Campuran Gas

OAW (Oxy-Acetylene Welding)

Adalah sejenis dengan las karbit / las otogen. Panas didapat dari hasil pembakaran gas acetylene (C2H2) dengan oksigen (O2). Ada juga yang memakai gas propane (C3H8) sebagai pengganti acetylene. Ada pula yang memakai campuran gas hidrogen (H) dan oksigen (O2) yang disebut OHW (Oxy-Hydrogen Welding).

4. Berdasarkan Ledakan dan Reaksi Isotermis

EXW (Explosion Welding)

Adalah las yang sumber panasnya didapatkan dengan meledakkan amunisi yang dipasang pada suatu mold/cetakan. Cara ini sangat praktis untuk menyambung kawat baja (wire rope) atau slenk. Pelaksanaannya: ujung-ujung kawat dimasukkan ke dalam cetakan berisi amunisi, kemudian serbuk ledak dinyalakan. Terjadilah reaksi kimia eksotermis yang sangat cepat dan bersuhu tinggi sehingga terjadi ledakan yang mencairkan kedua ujung kawat, membuatnya terpadu mengisi ruangan di dalam cetakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Las Karbit (MDQ)

Bengkel Las Listrik